Showing posts with label Indonesia 2009. Show all posts
Showing posts with label Indonesia 2009. Show all posts
Mengembalikan Jati Diri Bangsa Kontes SEO lagi ya ? Pemilihan Presiden langsung telah usai dilaksanakan, pesta demokrasi lima tahun sekali yang menyedot biaya juga perhatian seluruh bangsa Indonesia. Tidak perlu mengembalikan jati diri bangsa karena memang Jati Diri bangsa Indonesia tidak ada yang meminjam atau menyewa.

Jati Diri Bangsa Indonesia itu sesungguhnya bagaimana?Apakah Jati Diri Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Ramah Tamah?Rasanya perlu berpikir sejenak dan menoleh ke belakang beberapa kejadian di negeri tencinta ini yang tidak mencerminkan keramah-tamahan.Apakah harus mengembalikan Jati Diri Bangsa ataukah membangun Jati Diri Bangsa yang baru.

Mengembalikan Jati Diri BangsaApakah perlu diseminarkan Jati Diri seorang warga Indonesia itu seperti apa? Jangan perdebatkan dulu Jati Diri karena euforia Pemilu masih terasa sisa-sisanya sampai dengan malam ini,Berita tentang Hasil Pilpres 2009 masih terus bergema hingga ke berbagai pelosok daerah. Hal ini tentu terkait erat dengan antusiasme seluruh komponen Bangsa Blogger Indonesia yang sangat peduli dengan eksistensi kebangsaannya di tengah sejarah perjalanan bangsa dan tantangan global di masa kini.

Mari kita flah back ke beberapa waktu yang lalu dimana Pencanangan Tahun Kebangkitan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus meresmikan logo dengan slogan Indonesia Bisa ! merupakan kampanye nasional yang harus dimaknai dan diimplementasikan secara nyata.Kemudian,ikrar untuk memaknai Harkitnas,yakni Beri kami kekuatan untuk bangkit.Bangkit dari kemalasan,bangkit dari kebodohan,dan bangkit dari kemiskinan.”Sungguh sangat relevan dan patut menjadi kesadaran seluruh warga bangsa.

Betapa tidak. Wajar kalau kita mencanangkan untuk bangkit dan bangkit lagi.Pasalnya,bangsa ini telah lama kehilangan jiwa militansinya,yaitu tekad,semangat,keuletan,dan ketangguhan untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan krisis yang membelenggu.Padahal perjuang merebut kemerdekaan penuh militansi,tekad,semangat, keuletan dan ketangguhan.

Dari seminar yang diadakan Forum Rektor Indonesia,terungkap bahwa rendahnya jiwa militansi sebagai warga bangsa menjadi salah satu penyebab ketertinggalan Indonesia dari negara lain.Krisis dan euforia yang mewarnai gerakan reformasi hampir mengakibatkan bangsa ini kehilangan arah. Jati diri bangsa mulai luntur yang diwarnai hilangnya secara perlahan modal sosial, seperti toleransi dan gotong royong.

Wawasan kebangsaan juga mulai menurun yang ditandai dengan gejala disparitas dan diskriminasi sosial.Sementara itu,permasalahan ekonomi masih terus melilit masyarakat.Oleh karena itu,peringatan Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan revitalisasi.Kita harus punya tekad yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan ini. Tunjukkan bahwa itu tidak hanya slogan karena memang Indonesia Bisa, begitupun slogan Stop Dreaming Start Action semoga tidak hanya sekadar slogan untuk meninabobokan.

Postingan ini didedikasikan dalam rangka Mengembalikan index coffee Tozie Blog Cantik di mesin pencari google.co.id yang terkena Sandbox dan tersungkur menjelang finish Kontes SEO Stop Dreaming Start Action.Teknik pemula yang dipakai yaitu jurus optimasi seo lembut.

Mudah-mudahan pemula bisa mengikuti kontes seo dengan Keyword Mengembalikan Jati Diri Bangsa di Beritajitu.com beberapa hari menjelang finish tanggal 21 Desember 2009.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Para penghayat demokrasi Indonesia, di saat-saat sunyi menjelang tidur, sering tertawa-tawa sendiri. Tingkat kepemilikan proses demokratisasi pada kehidupan bangsanya sudah melampaui puncak kepusingan ilmiah dan kegetiran nurani, sehingga tahap yang terjadi kemudian adalah perlunya kesanggupan untuk mengkomedikannya - agar jiwa tetap plastis, pikiran kembali jernih dan tenaga tidak berputus asa.

Para pejuang demokrasi di negeri Indonesia ini air matanya habis terkuras oleh tangis dan tertawa geli berkepanjangan. Mereka berdomisili di rumah hantu yang lorong-lorongnya gelap, berliku-liku dan hampir selalu buntu ujungnya. Kalaupun tak buntu, mereka kaget karena langkahnya tiba kembali ke tempat itu-itu juga ibarat jalan di tempat.

Proses demokrasi menuju Demokrasi Indonesia 2009 ini mungkin jalannya cukup licin. Maka, hati-hatilah jangan sampai terpeleset. Kalau sekadar terpeleset sedikit dan lumpur mengenai celana dan bajumu dengan tulisan 'Pembangkang', "dissident", "bajingan", "wts" (waton suloyo), "layak cekal" apalagi kalo cuma sekadar "orang cemburu sosial", masih lumayan.

Tapi kalau terpeleset sampai kaki politikmu terserimpung, tangan ekonomimu terkilir, atau bahkan kepala sejarahmu gegar otak, celakalah engkau. Mungkin itu sebabnya banyak orang menunggu Pengsiun untuk memperjuangkan demokrasi.

Para pejuang dan penghayat demokrasi di negeri Indonesia 2009 ini bukan sekadar harus tahan banting, berwatak ayam kampung yang merdeka dan eksploratif serta memiliki kapasitas kesaktian yang memungkinkan tetap tegar sesudah terjepit, tertindih, dan tercampak. Mereka harus memperhitungkan momentum sejarah yang tepat dengan melontarkan isu demokrasi untuk suatu 'Dzikir Zaman" agar makin banyak orang mengingat-ingat demokrasi.

Kebanyakan manusia kursi terjepit dalam dimensi benere dhewe (benarnya sendiri). Lahirlah otoritarianisme, subyektifisme monopoli dan kesepihakan. Kita tahu betapa mahal ongkosnya, berapa juta orang menderita, dimiskinkan, dihukum tidak sesuai kesalahan, dibodohkan dan diambangkan nasibnya.

Aspirasi ide demokrasi memancar ketika orang menapaki dimensi yang lebih tinggi, benere wong akeh, benarnya orang banyak. Lahirlah pemimpin yang sama sekali tidak bisa disamakan dengan penguasa dan pemerintah. To be Continued .... Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

source : Slilit Sang Kiai
Games Pemilu bukan Kaos Pemilu, spanduk pemilu, kalender atau baliho dalam rangka kampanye pemilu indonesia 2009. Sama dengan kontes seo "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009" bukan dalam rangka kampanye partai politik ataupun calon anggota legislatif.

Akan tetapi sebetulnya bisa dijadikan bahan untuk para calon anggota legislatif maupun partai politik yang berkampanye dengan cara-cara lawas, Anggap saja kontes seo ini semacam games (permainan). Kita bisa melihat game pemilu yang diadakan boss pogung bisa merambah demikian pesat dalam waktu yang singkat menjadi buah tulis blogger Indonesia, Demo Postingan yang saya yakin akan menghasilkan jutaan halaman menjelang finish ini luar biasa efeknya seandainya dijadikan lahan untuk berkampanye, padahal kalau dihitung-hitung dengan angka uang yang dikeluarkan mungkin tidak seberapa dibanding para caleg yang membuat spanduk pemilu, kalender dan kaos pemilu.

Apakah Kontes SEO dengan keyword brilian ini lima tahun yang akan datang akan dibiayai dan didanai oleh para calon anggota legislatif ataupun partai politik, atau bahkan calon presiden dalam memperkenalkan diri ataupun memperkenalkan partainya dengan efektif dan efesien ?

Games Pemilu Indonesia 2009
Kita tunggu saja, tapi menurut hemat saya cara seperti ini merupakan cara cerdas dan berguna , cara yang lebih damai yang tidak memacetkan jalanan Ibukota walaupun sedikit membuat pusing tante google karena antrian postingan senada, Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif bukan hanya sekadar memakai cara-cara lawas seperti Kaos Pemilu, Spanduk Pemilu, Kalender Pemilu ataupun baliho dalam rangka melakukan Kampanye.

Malam ini bukan dalam rangka melakukan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, hanya sekadar berbagi games pemilu indonesia 2004, sayangnya games pemilu 2009 sudah ada yang membuat yaitu Programmer Asal Indonesia David Setiabudi yang membuat dan menyebarkan secara gratis Games buatannya. Games tersebut diberi nama “Game Pemilihan Umum 2009" tapi saya belum berhasil membaginya disini. Game mencari kartu kembar dengan bendera-bendera partai Pemilu 2004. Dalam Games ini tidak ada tujuan kampanye satu / lebih partai. Game ini membantu anda menghafal nama partai, dan mengetahui lambang partai, tahu sendiri saat ini ada 34 partai politik yang mengikuti Pemilu Indonesia 2009, cukup sulit bagi kita untuk menghafalnya.

Games Pemilu Indonesia 2009DOWNLOAD GAMES PEMILU INDONESIA (9Mbytes : Zip)

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Saat Presiden China memangku jabatan beliau berkata "Sediakan seribu peti mati untuk para koruptor dan sisakan satu buat saya" memang terdengar bombastis, tapi hasilnya saat ini China merupakan macan Asia. Diakui atau tidak China menyaingi Jepang dalam berbagai hal termasuk kemajuan di bidang otomotif, industri dan teknologi. Negara berpenduduk paling banyak di dunia ini juga membuat Amerika Serikat berpikir seribu kali untuk slake dengan China.

Bagaimana dengan Indonesia di tahun 2009 menjelang Kampanye Pemilu ini ? Apakah akan ada pimpinan di negara Indonesia yang berani berucap ungkapan sebombastis pemimpin China ?

Ternyata di tahun 2009 ini KPK di negara Indonesia berjanji akan lebih garang, di tahun 2009 ini ibarat kata KPK "Haus pejabat tukang sikat uang rakyat serta lapar Manusia Kursi tukang Korupsi" ini mungkin sedikit banyak membuat para pejabat dan calon pejabat serta para calon manusia kursi harus "berhitung" tatkala mau korupsi.

Tahun 2009 KPK akan lebih garang, kita sudah sama-sama mengetahui sepak terjang Komisi Pemberantas Korupsi ini cukup ditakuti oleh para pejabat maupun anggota dewan. Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar beliau menegaskan, mulai tahun 2009, KPK akan menangkap siapa saja, baik pejabat negara maupun swasta yang melakukan tindak pidana korupsi di Indonesia ini.

"Sepanjang tahun 2008 KPK sudah melakukan pembinaan dan sosialisasi UU 30 tahun 2003 tentang pemberantasan korupsi. Jadi tidak ada ampun lagi, mulai 2009 KPK akan menangkap siapa saja yang melakukan tindak pidana korupsi di Indonesia," tegas Antasari Azhar dalam Diskusi Agenda 23 Wacana Dari Slipi Partai Golkar, Senin (12/1) di DPP Partai Golkar.

Dalam UU No 30/2003 itu ada 30 pasal, dua diantaranya mengatur tentang pemeriksaan, penyidikan dan penangkapan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara, dan 28 pasal lainnya mengatur tentang suap menyuap, monitoring dan kajian adminstarasi negara atau pemerintahan serta mekanisme kerja KPK lainnya.

Menurutnya, kalau UU No 30/2003 itu dilanggar, maka itu artinya para pelanggar sudah melakukan praktik tindak pidana korupsi. Karena itu tidak ada ampun lagi bagi mereka yang melakukan pelanggaran UU tersebut. - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

"Jadi tidak akan ada lagi tebang pilih terhadap pejabat negara maupun swasta".

Kejahatan korupsi itu seperti kubangan lumpur yang mengalir dari hulu ke hilir. Dibersihkan lalu kotor lagi. Dibersihkan kotor lagi, begitu seterusnya. Karena itu diperlukan sistem yang betul-betul bagus dan kuat untuk memberantasnya di negara Indonesia 2009 ini.

"Memang sulit memangkas praktik tindak pidana korupsi dari hulu hingga hilir," - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Ilmu selalu membukakan cahaya. Tapi, di setiap ujung langkah kegelapan mencegatnya. Begitulah kondisi Indonesia 2009 jika diibaratkan sebagai manusia yang sedang haus akan ilmu. Ternyata itulah yang memungkinkan perjuangan menjelajahi Arasy ilmu "berjanji" untuk mengantarkan kita ke keabadian dan kedamaian. sebut : ke Tuhan.

Sering orang yang sudah lelah dalam hiruk pikuk kehidupan mengucap dalam batinnya "Jika ada kedamaian dalam kematian ingin rasanya meniti jalan kesana"

Malam ini saya tidak cukup ilmu untuk menulis "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009", terlalu riskan untuk membahas kampanye karena saya bukan siapa-siapa, terlalu sulit berbicara tentang Indonesia karena saya kadang dianggap tak ada, mana berani cerita tentang pemilu karena tidak cukup ilmu, saya cuma punya nyali sedikit menyentil arti dari kedamaian di 2009.

Jika seseorang menggenggam keyakinan ilmu tanpa menyisakan "uang tak terduga" sesungguhnya ia sedang melamar "kematian". Kata kematian sengaja kita taruh diantara tanda petik karena kosmologi yang kita pahami - seperti Syekh Siti Jenar memandangnya ternyata terbalik.

Wali "sempalan" itu memandang dunia dan kehidupan absurd adanya. Kejelasannya sangat tidak jelas dan ketidakjelasannya sangat jelas. Mungkin ada kata yang tertoreh yang lebih lugas "Saksikanlah, kematian bertebaran dalam kehidupan !"

Kematian berlapis-lapis dan berdimensi. Berbagai kematian hampir tak diketahui oleh mereka yang sedang tinggal dalam kehidupan. Kematian memang tidak terlihat, ini membuat orang ramai berkampanye atau bersorak sorai di lantai pesta, yakni kehidupan.

Orang mencemaskan kematian, bahkan mereka siap membayarkan penghidarannya, dengan biaya yang muskil, dengan ilmu dan pembangunan yang meperanakkan penindasan dan perang bukan persamaan dan kedamaian.

To be Continued ...


Source : Tidak Jibril tidak Pengsiun
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Setelah beberapa waktu yang lalu terjadi demo yang berakhir dengan rusuh di Sumatera Utara yang menyebabkan Ketua DPRD Sumut Meninggal. Pemekaran Propinsi Tapanuli dihentikan Golkar. Demo yang mencoreng dunia perpolitikan Indonesia ini menimbulkan kekecewaaan banyak pihak, dan menyebabkan dicopotnya Kapolda dan Kapolwiltabes.

Golkar menghentikan seluruh proses pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) di Sumatera utara (Sumut) sampai waktu yang tidak ditentukan menyusul peristiwa meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Azis Angkat di tengah aksi unjuk rasa yang mengepung Gedung DPRD pada Selasa 3 Februari 2009.

"DPP Golkar sudah memerintahkan kepada anggota Fraksi Partai Golkar di DPR Republik Indonesia untuk menghentikan seluruh proses pemekaran Propinsi Tapanuli," kata Ketua DPP Golkar yang juga Ketua FPG DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu petang.

Priyo menegaskan, Golkar juga menghentikan aktivitas seluruh anggota FPG dalam semua pembahasan RUU tentang pemekaran wilayah yang sudah masuk ke DPR Republik Indonesia. Namun penghentian proses pembentukan daerah otonom baru di luar Protap, bersifat sementara.

"Seluruh proses pembahasan usul pemekaran (di luar Protap) kita hentikan sementara, sampai betul-betul ada kepastian bahwa pemekaran memang sangat dibutuhkan dan sesuai dengan aspirasi masyarakat, bukan keinginan atau kepentingan elit," katanya.

Priyo menyatakan, Golkar sangat kecewa terhadap aksi anarkhi yang menyebabkan Ketua DPRD Sumut meninggal. Selain itu menyayangkan langkah Polri dalam menangani aksi itu.

"Terhadap adanya laporan dari lapangan dimana Polri kurang tanggap, kami kecewa. Karena itu, Golkar mendesak Kapolri untuk meminta keterangan pimpinan Polri setempat," katanya.

Jika benar terjadi pembiaran, pimpinan Polri di Sumut harus dicopot. Laporan adanya dugaan pembiaran itu selain diterima dari kader Golkar, juga diterima dari kader partai lain.

Golkar menyatakan, proses demokrasi akan jalan terus dan jangan sampai terjadi pemaksaan kehendak yang diikuti tindakan anarkhi. "Kita tidak boleh menyerah terhadap tekanan melalui tindakan anarkhi," katanya.

Golkar menyatakan, tindakan pengunjuk rasa yang menyebabkan Abdul Azis Angkat meninggal merupakan tindakan bar-bar dan tidak berprikemanusiaan. Pelakunya harus ditangkap.

"Begitu juga penggerak serta aktor intelektual harus segera ditangkap," kata Priyo yang menambahkan bahwa DPP Golkar telah mengutus sejumlah fungsionaris termasuk Anggota FPG DPR Syarfi Hutauruk dalam pemakaman jenazah Abdul Azis Angkat.

Dia mengemukakan, berdasarkan laporan dari kader-kader Golkar, saat unjuk rasa terjadi di luar Gedung DPRD, Abdul Azis Angkat sedang memimpin Rapat Paripurna DPRD yang membahas Raperda dan Nota Keuangan APBD.

Tiba-tiba massa yang semula melakukan aksi di luar gedung, merangsek ke ruang sidang. Peristiwa pemaksaan oleh massa yang menuntut DPRD mengeluarkan rekomendasi pembentukan Protap berlangsung sekitar empat jam.

Selama 1,5 jam, massa mengepung ruang sidang dan mendorong-dorong Abdul Azis Angkat, bahkan dipukuli. "Kita sangat kecewa dengan aksi bar-bar demonstran yang tidak berprikemanusiaan dan kesantunan berdemokrasi," katanya.

Abdul Azis Angkat yang juga Sekretaris DPD Golkar Sumut baru menjabat Ketua DPRD dua bulan lalu menggantikan Wahab Dalimunte yang pindah ke partai lain.

Sebelumnya Mendagri Mardiyanto disela-sela Raker dengan Komisi II DPR mengemukakan, proses pembentukan Protap tidak ditolak, tetapi ditinjau kembali. (*) Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009