Mengembalikan Jati Diri Bangsa
by Unknown
Jati Diri Bangsa Indonesia itu sesungguhnya bagaimana?Apakah Jati Diri Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Ramah Tamah?Rasanya perlu berpikir sejenak dan menoleh ke belakang beberapa kejadian di negeri tencinta ini yang tidak mencerminkan keramah-tamahan.Apakah harus mengembalikan Jati Diri Bangsa ataukah membangun Jati Diri Bangsa yang baru.
Apakah perlu diseminarkan Jati Diri seorang warga Indonesia itu seperti apa? Jangan perdebatkan dulu Jati Diri karena euforia Pemilu masih terasa sisa-sisanya sampai dengan malam ini,Berita tentang Hasil Pilpres 2009 masih terus bergema hingga ke berbagai pelosok daerah. Hal ini tentu terkait erat dengan antusiasme seluruh komponen Bangsa Mari kita flah back ke beberapa waktu yang lalu dimana Pencanangan Tahun Kebangkitan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus meresmikan logo dengan slogan Indonesia Bisa ! merupakan kampanye nasional yang harus dimaknai dan diimplementasikan secara nyata.Kemudian,ikrar untuk memaknai Harkitnas,yakni Beri kami kekuatan untuk bangkit.Bangkit dari kemalasan,bangkit dari kebodohan,dan bangkit dari kemiskinan.”Sungguh sangat relevan dan patut menjadi kesadaran seluruh warga bangsa.
Betapa tidak. Wajar kalau kita mencanangkan untuk bangkit dan bangkit lagi.Pasalnya,bangsa ini telah lama kehilangan jiwa militansinya,yaitu tekad,semangat,keuletan,dan ketangguhan untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan krisis yang membelenggu.Padahal perjuang merebut kemerdekaan penuh militansi,tekad,semangat, keuletan dan ketangguhan.
Dari seminar yang diadakan Forum Rektor Indonesia,terungkap bahwa rendahnya jiwa militansi sebagai warga bangsa menjadi salah satu penyebab ketertinggalan Indonesia dari negara lain.Krisis dan euforia yang mewarnai gerakan reformasi hampir mengakibatkan bangsa ini kehilangan arah. Jati diri bangsa mulai luntur yang diwarnai hilangnya secara perlahan modal sosial, seperti toleransi dan gotong royong.
Wawasan kebangsaan juga mulai menurun yang ditandai dengan gejala disparitas dan diskriminasi sosial.Sementara itu,permasalahan ekonomi masih terus melilit masyarakat.Oleh karena itu,peringatan Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan revitalisasi.Kita harus punya tekad yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan ini. Tunjukkan bahwa itu tidak hanya slogan karena memang Indonesia Bisa, begitupun slogan Stop Dreaming Start Action semoga tidak hanya sekadar slogan untuk meninabobokan.
Postingan ini didedikasikan dalam rangka Mengembalikan index
Mudah-mudahan pemula bisa mengikuti kontes seo dengan Keyword Mengembalikan Jati Diri Bangsa di Beritajitu.com beberapa hari menjelang finish tanggal 21 Desember 2009.

