Showing posts with label Pemilu Indonesia 2009. Show all posts
Showing posts with label Pemilu Indonesia 2009. Show all posts
Dalam setiap kontes atau pertandingan jika anda siap menang jangan takut kalah, seperti di kontes SEO Stop Dreaming Start Action ataupun kontes dan pertandingan lainnya, bertempur sampai titik Darah SEO penghabisan lebih terhormat walaupun anda kalah akan tetapi pembelajaran dan pengalaman akan jauh lebih berharga.

Bertempur bukan hanya untuk menang, karena di Kontes SEO yang menang tidak jadi arang yang kalahpun tak jadi abu, akan tetapi kedua belah pihak akan mendapatkan sesuatu yang berharga.

Jika sudah diniatkan bertempur tidak usah mundur saat menghadapi kesulitan, kendala atau hambatan. Karena alasan itu ada 1001 kalau cuma mencari 5 sampai sepuluh alasan bukan hal sulit. Jadi blog ini memplokamirkan terus bertarung di Kontes SEO Rusli Zainal Sang Visioner dan Kontes SEO Stop Dreaming Start Action. Siap Jujur untuk TIDAK MUNDUR karena kami SIAP MENANG dan SIAP KALAH bahkan siap JUJUR untuk Terbujur sampai Hancur.
Rakyat Indonesia telah melaksanakan Pemilihan Presiden secara langsung yang kedua kalinya. Pilpres secara langsung pertama tahun 2004, dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Pilpres langsung kedua saat ini (2009) untuk sementara berdasar hasil quick count SBY unggul dari kandidat lainnya. Hasil pilpres belum juga final, tim capres saingan SBY terus menerus mempermasalahkan pelaksanaan Pilpres 2009.
Sebelum pelaksanaan pencotrengan pada 8 Juli 2009, tim capres saingan SBY mempersoalkan Daftar Pemilih Tetap yang dinilai tidak beres karena banyak pemilih yang telah memenuhi syarat pemilih tidak terdaftar. Kemudian persoalan tersebut dipersoalkan ke Mahkamah Konstitusi untuk diperbolehkan pemilih tak terdaftar mengkuti pencotrengan dengan Kartau Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. Tuntutan ini kemudian disetujui MK.

Sudah selesai persoalan ini, ternyata belum, setelah pelaksanaan pencontrengan tetap ada yang dipermasalahkan. Dari permasalahan KPU bekerjasama dengan lembaga asing yaitu IFES untuk perhitungan cepta pilpres. Hingga masalah capres SBY yang saat ini masih berstatus Presiden melaksanakan telekonferensi dengan kepala daerah, pada 7 Juli 2009 yang dinilai kampanye terselubung.

Kita sayangkan tindakan pihak-pihak yang terus menerus mempermasalahkan pelaksanaan pilpres. Terimalah hakikat kekalahan, karena setiap pertarungan pasti ada yang menang dan kalah. Negara adidaya Amerika Serikat saja melalui duta besarnya di Indonesia mengucapkan selamat kepada kepada kandidat yang untuk sementara unggul dan menyampaikan selamat kepada pemerintah serta rakyat Indonesia atas terselenggaranya pemilu presiden secara tertib dan damai. Jika pihak lain melihat pelaksanaan Pilpres berjalan demokratis mengapa kita tidak menilai sama.

Jangan sampai kita dinilai rakyat sebagi pihak yang siap menang tetapi tak siap kalah. Jangan terlalu ambius untuk meraih kekuasaan, karena kekuasan saat ini tidak dapat diperoleh karena para anggota legislatif yang menentukan seperti di masa orde baru. Saat ini rakyatlah yang akan menentukan siapa yang berhak meraih dan menampuk kekuasan sesuai dengan pilihannya.

Salah satu blog saya kena banned yang dibuat memakai wordpress jadi harus mencari Panduan SEO untuk wordpress soalnya saya tidak tahu tentang wordpress dan juga jarang membuat blog dengan mesin pembuat wordpress.

Sore hari ini melihat-lihat dulu televisi yang menayangkan Hasil Pilpres 2009 setelah kemarin ramai-ramai orang membahas dan mencari data akurat dan lengkap serta valid dan resmi dari KPU ataupun Lembaga Independent tentang Quick Count Pilres 2009 yang menjadi perdebatan sebagian kalangan. Kira-kira kapan ya pengumuman pemenang pemilu pemilihan presiden 2009 ?

Daripada pusing memikirkan hasil pilpres 2009 mendingan 'blogwalking' dulu mencari tulisan dan postingan-postingan terbaru dan terupdate serta paling lengkap dan resmi, yang berhubungan dengan pengumuman KPU tentang pemilu presiden yang baru lalu. Hasil Sementara Pilpres 2009

Peringkat Capres-Cawapres Jumlah Suara Persentase
1 11.658.098 61,66%
2 5.402.076 28,57%
3 1.847.958 9,77%
Total 18.908.132
Satu bulan lagi masyarakat Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Umum untuk menentukan calon presidennya . Pemilu memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki hak pilih untuk menyalurkan suara sesuai calon yang diinginkkannya. Pemilu pada hakekatnya juga merupakan regularitas demokrasi. Satu menit, di dalam TPS akan menentukan nasib bangsa. Sebagai warga negara yang baik, tidak ada alasan untuk golput pada pesta demokrasi lima tahunan . Melakukan golput berarti menghilangkan hak pilih.
Sangat disayakan bila ada pihak-pihak tertentu memprovokasi masyarakat untuk melakukan golput. Seperti yang dilakukan seorang politikus yang tidak saja menyatakan dirinya golput tetapi juga mengajak atau memprovokasi masyarakat untuk ikut seperti dirinya melakukan golput, tidak layak menyandang nama Bapak Bangsa ataupun Sang Visioner jika kepentingan pribadi masih dikedepankan diatas kepentingan masyarakat banyak.

Ajakan tersebut merupakan suatu bentuk pembodohan kepada masyarakat. Sebagai seorang memahami politik seharusnya memberikan pendidikan politik yang benar. Masyarakat harus diberikan kesadaran akan hak politiknya, bukan malah sebaliknya dihasut untuk tidak menggunakan haknya.

Ajakan golput tidak perlu didengar atau dihiraukan, karena golput akan menjadikan bangsa ini menjadi lebih terpuruk karena tidak ada lagi orang yang mau mengerti terhadap pemimpin bangsa. Dengan ikut aktif memilih berarti masyarakat sudah mau berpikir bagaimana memilih pemimpin yang baik.

Kita harus mampu menjadikan pemilu 2009 ini sebagai momentum untuk memilih pemimpin bangsa yang benar-benar mampu mengubah nasib bangsa ini menjadi lebih baik.
Ketidakpuasan atas pelaksanaan Pemilu 2009 mencuat. Di tingkat nasional, sejumlah pemimpin partai politik, terutama yang merasa dicurangi karena tak mendapatkan suara yang signifikan, membuat pernyataan mengejutkan: Pemilu Legislatif 2009 merupakan Pemilu terburuk sepanjang sejarah bangsa.

Para tokoh lintas partai itu beralasan, ada jutaan warga yang memiliki hak konstitusi untuk memilih wakil rakyat harus kehilangan haknya karena tak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Selain itu, sebut mereka, pelaksana Pemilu juga diwarnai dengan sejumlah kecurangan dan kesalahan administrasi serta substansi yang sistemik sehingga mengakibatkan kualitas pesta demokrasi buruk. Mereka kecewa dengan Pemilu 2009 meski tak berani menolak secara langsung.

Para tokoh partai ini juga menyoroti kinerja Pemerintah dan penyelenggara Pemilu 2009 (KPU) yang tidak netral, karena memihak dan menguntungkan partai ‘sekutu’ penguasa.
Suara-suara sumbang penolakan hasil Pemilu dengan menyatakan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk, tentu mengundang persoalan. Bahwa wakil rakyat yang terpilih ‘cacat’ legitimasi. Apalagi, angka golput ditengarai mencapai jutaan orang.

Sementara, suara-suara penolakan hasil pemilu juga bergema di daerah-daerah. Di Aceh, sejumlah partai politik juga membuat pernyataan menolak hasil pemilu. Menurut mereka Pemilu di Aceh sarat intimidasi, adanya pemaksaan masyarakat untuk memilih partai tertentu, penyelenggara pemilu tidak netral karena membiarkan berbagai kecurangan terjadi.

Namun penyelenggara pemilu menegaskan, mereka sudah bekerja maksimal, dan menyukseskan Pemilu. Menurut mereka, penolakan itu sesuatu yang wajar, meski penolakan atas hasil pemilu itu tidak mempengaruhi proses rekap suara.

Kita sebenarnya ikut prihatin dengan adanya pernyataan penolakan hasil pemilu. Karena, penolakan itu sebagai bentuk kekecewaan parpol atas penyelenggaraan Pemilu, serta semakin membenarkan dugaan bahwa kualitas pemilu memang buruk. Namun, kita juga perlu realistis dan rasional, bahwa penolakan itu terlalu dini dilakukan sementara suara belum selesai dihitung. Seperti kata sejumlah pengamat, jika ingin menolak hasil pemilu, seharusnya dilakukan setelah penghitungan suara selesai dihitung atau setelah KIP secara resmi mengeluarkan perolehan suara akhir.

Pun begitu, kita berharap penolakan itu harus disikapi secara bijak dan arif. Penolakan itu jangan sampai memunculkan masalah baru di Aceh. Kita mengakui, jika Pemilu di Aceh tak terlepas dari adanya intimidasi dan teror, tetapi, kita juga harus sadar bahwa Pemilu di Aceh tanpa diwarnai insiden kekerasan. Itu yang patut diacungi jempol. Soal ada partai yang menang dan kalah, hanyalah perkara biasa. Yang penting, kepada pemenang agar mampu menunaikan semua janji yang sudah disampaikan selama kampanye, serta mampu menjadi wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan aspirasi kelompok saja. Sementara yang kalah, harus menerima kenyataan bahwa, ternyata rakyat berkata lain.

Terpenting, kita juga berharap suara-suara penolakan parpol itu harus dijadikan sebagai masukan, bahwa penyelenggara pemilu ke depan, hendaknya tidak meninggalkan masalah. Sehingga ke depan, Pemilu semakin berkualitas, dan menghasilkan para wakil rakyat yang juga berkualitas.

Soal adanya laporan terjadinya intimidasi, teror dan pemaksaan masyarakat agar memilih partai tertentu, biarlah ditangani oleh pihak yang berwenang. Pengurus partai yang menolak itu hendaknya membuat laporan resmi yang didukung oleh fakta-fakta di lapangan, sehingga pihak KIP atau Panwaslu bisa mengeluarkan sebuah kebijakan atau sikap atas penolakan itu.

Jika hanya mengeluarkan laporan atau pernyataan dan dimuat di media, akan membuat masyarakat bingung. Masyarakat akan menilai, apakah laporan itu didasarkan atau fakta atau hanya semata-mata tidak siap menerima kekalahan. Tapi, kita harus arif dalam berpolitik. Tak ada proses politik yang berjalan sesuai dengan kemauan kita. Sering banyak kejutan-kejutan, dan itu di luar batas rasional kita. Kita harus siap dengannya. Karena, begitulah politik.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Semua mata sedang memandang Hasil Perhitungan Sementara Pemilu Indonesia 2009 walaupun sebenarnya Angka-angka 'quick count' yang digelar sejumlah lembaga riset politik makin menggambarkan hasil Pemilu 2009, Partai Demokrat menempati urutan pertama, disusul Partai Golkar dan PDIP. Namun, di sisi lain banyaknya masalah mendasar, seperti kisruh daftar pemilih tetap (DPT) membuat pemilu rawan gugatan oleh pihak-pihak yang dikecewakan. Siapapun Pemenang Pemilu 2009 kita semua harus menerima dengan lapang dada.
Direktur Eksekutif Cetro Hadar Navis Gumay di Jakarta, Jumat (10/4), mengatakan bahwa DPT ini paling empuk digunakan untuk landasan menggugat. Nanti siap-siap saja, yang kecewa pasti menggunakan ini. Pihaknya berharap, masalah DPT mudah-mudahan tidak digerogoti dengan persoalan sengketa hasil pemilu yang akan diajukan parpol-parpol. Pihaknya juga memperkirakan tidak akan terlalu banyak menggerogoti, bahwa itu mengurangi iya. Karena sekarangpun tanpa ada gugatan, kita sudah bisa menyimpulkan bahwa DPT-nya bermasalah. Jadi orang juga mempertanyakan kerjaan penyelenggara pemilu dan sebagainya.

Lebih lanjut Hadar Navis Gumay menjelaskan bahwa terkait hasil quick count yang menunjukkan Partai Demokrat unggul, hal itu sebetulnya konsisten dengan berbagai hasil-hasil survei sebelum pemilu. Dulu PDIP yang menang, kemudian Golkar, dan sekarang ada Demokrat yang langsung nongol. Memang pemilu kali ini merupakan giliran Partai Demokrat yang menang. Dan dengan sistem yang cukup terbuka ini menunjukkan masyarakat hebat, karena mau mengubah hasilnya seperti sekarang. Jadi sebetulnya terlepas ada kekurangan-kekurangan sana sini. tapi secara umum, ini kekuatan rakyat kita ini hebat. bisa mengganti siapa yang menjadi pemenang pemilu.

Saya berharap semua pihak bisa menerima hasil pemilu ini dengan legowo, bahwa dalam berdemokrasi pasti ada yang menang dan kalah, dan bersama-sama membangun bangsa ini menjadi lebih baik dan maju.

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Partai Politik dan Rakyat Indonesia banyak yang mengikuti Hasil Perolehan Suara Terkini Pemilu 2009 KPU, baik dengan melihat di website resmi Komisi Pemilihan Umum untuk mengetahui hasil pemilu sementara pemilu 2009 di Indonesia.

Perhitungan Suara Partai Politik ada yang sudah diprediksi oleh LSI Quick Count ataupun dari lembaga-lembaga selain Versi KPU yang mengumumkan hasil akhir perhitungan suara Pemilu Indonesia 2009 , diantaranya dari lembaga survei Indonesia, antara lain Lingkaran Survei Indonesia LSI, Lembaga Survey Nasional LSN, dan CIRUS Surveyors Group Quick Count.

Walaupun belum selesai dan belum ada pengumuman resmi hasil perhitungan suara pemilu Indonesia 2009, sudah bisa diketahui dengan jelas siapa Pemenang Pemilu 2009, siapa yang memperoleh suara terbanyak di Pemilu Indonesia 2009.

source : KPU

No Partai Politik Jumlah Suara Persentase
1 Demokrat (31) 56.307 20,84%
2 PDIP (28) 39.282 14,54%
3 Golkar (23) 38.752 14,34%
4 PKS (8) 23.248 8,61%
5 PAN (9) 20.417 7,56%
6 PKB (13) 17.923 6,63%
7 PPP (24) 13.858 5,13%
8 Gerindra (5) 13.064 4,84%
9 Hanura (1) 9.010 3,34%
10 PKPB (2) 4.226 1,56%
11 PDS (25) 3.661 1,36%
12 PKNU (34) 3.326 1,23%
13 PBB (27) 3.156 1,17%
14 PPRN (4) 2.476 0,92%
15 PKPI (7) 2.272 0,84%
16 PDP (16) 2.181 0,81%
17 PPPI (3) 1.814 0,67%
18 PBR (29) 1.700 0,63%
19 Barnas (6) 1.696 0,63%
20 PDK (20) 1.227 0,45%
21 RepublikaN (21) 976 0,36%
22 Patriot (30) 938 0,35%
23 PNBK (26) 885 0,33%
24 PPD (12) 793 0,29%
25 PMB (18) 793 0,29%
26 PPI (14) 743 0,28%
27 PIS (33) 691 0,26%
28 Pakar Pangan (17) 676 0,25%
29 Pelopor (22) 634 0,23%
30 PNI M (15) 612 0,23%
31 Kedaulatan (11) 590 0,22%
32 PKDI (32) 530 0,20%
33 PPIB (10) 437 0,16%
34 Partai Buruh (44) 421 0,16%
35 PPDI (19) 300 0,11%
36 Merdeka (41) 208 0,08%
37 PPNUI (42) 183 0,07%
38 PSI (43) 151 0,06%
39 PAAS (35) 0 0,00%
40 PDA (36) 0 0,00%
41 Partai SIRA (37) 0 0,00%
42 PRA (38) 0 0,00%
43 Partai Aceh (39) 0 0,00%
44 PBA (40) 0 0,00%

Jumlah 270.157
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Pemilu 2009 Merupakan Kemenangan Bersama, siapapun pemenang Pemilu Indonesia 2009 harus kita terima dengan sikap legawa, Kalah dan menang dalam berdemokrasi sudah menjadi hal biasa, dan harus terjadi. Sehingga kekalahan partai politik dalam pesta demokrasi 2009 ini harus disikapi dengan legowo, menerima dengan lapang dada, dan bersama-sama membangun bangsa ke depan. Rakyatlah yang menetukan menang tidaknya suatu partai dalam alam demokrasi.
Tradisi “gentlemen” dalam berpolitik memang harus dibudayakan di Indonesia. Pengakuan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar terhadap keunggulan Partai Demokrat dalam perhitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei patut diacungi jempol. Artinya sportivitas dalam bersaing para politikus sudah dewasa dan mengakui kemenangan lawan mejadi hal menarik dalam budaya politik di Indonesia.

Saya berharap para tokoh partai lain bisa mengikuti jejak Wapres Jusuf Kalla yang juga selaku Ketua Umum Partai Golkar, dengan jantan mengakui kemenangan partai Demokrat di Pemilu 2009. Budaya politik yang baik ini akan menjadi modal pembangunan demokrasi di Indonesia. Sehingga tidak terjadi kekerasan politik, karena para elit politik mampu meredam emosi akar rumput.

Memang diakui juga dalam penyelenggaraan pemilu 2009 ini masih banyaki kekurangan. Namun semua itu merupakan dinamika demokrasi, bila melanggar aturan sebaiknya selesaikan melalui jalur hukum. Jangan main hakim sendiri, karena negeri Indonesia merupakan negara hukum, menjunjung tinggi supremasi hukum.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Ketiga Partai Politik yang dicoret karena tidak mendaftarkan satu calegpun untuk mengikuti pemilu Indonesia 2009 di Yogyakarta, tapi KPU Pusat belum mengumumkan Palpol-Parpol yang dicoret di Tingkat Nasional karena menunggu laporan dari KPU daerah padahal Pemilu Indonesia 2009 tinggal menghitung hari

Sejauh ini ada 9 Partai tersebar di sepuluh propinsi yang tidak bisa (batal) mengikuti Pemilu Indonesia 2009, jika mendapatkan suara anda contreng nama mereka maka suara anda sia-sia. Pemilu legislatif tinggal 6 hari lagi tapi berbagai kekuarangan masih bisa dilihat di lapangan, di Ponorogo Jawa Timur KPUD kekurangan sekita 15 ribu surat suara.

Minimal 3 hari sebelum pemilu seharusnya sudah bisa diselesaikan, di tempat lain Solo Jawa Tengah masih banyak masalah dalam daftar pemilih, dari mulai daftar ganda sampai dengan masih terdaftarnya pemilih yang sudah meninggal dunia atau anggota TNI.

Buat anda para pemilih tanggal 9 Arpil 2009 nanti, jangan sampai anda mencontreng nama partai politik atau anggota DPD yang sudah dicoret oleh pihak KPU karena beberapa alasan. Seandainya anda memilih parta politik atau Calon Legislatif dari DPD yang sudah dicoret Suara anda akan sia-sia. Jangan sampai Contreng yang anda lakukan sama dengan Golput. Cari tahu partai apa saja dan siapa saja anggota DPD yang dicoret oleh KPU.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Mungkin menjelang Pemilu Indonesia 2009, masih banyak masyarakat yang belum paham bedanya mencontreng dengan mencoblos seperti pada pemilu-pemilu yang telah lalu. Pemerintah lewat berbagai media sudah berusaha mensosialisakan tata cara pencontrengan di Pemilu Indonesia 2009.

Golput yang beberapa waktu lalu difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia sebagai sesuatu yang haram, ternyata banyak jenisnya. Ada Golput yang memang golput Ideologis tapi jangan salah ada juga Golput Teknis dan Golput Politis.
Masyarakat secara terus menerus perlu disosialisasikan terkait tata cara pelaksanaan 'pencontrengan' bukan coblos pada Pemilu legislatif pada 9 April 2009. Lembaga-lembaga komunikasi sosial, KIP, Parpol dam media massa mempunyai tanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan sosialisasi sehingga nantinya berjalan dengan baik.

Sosialisasi pencontrengan tanda gambar pada Pemilu Indonesia 2009, untuk memberikan pengetahuan dan sekaligus mengajarkan kepada masyarakat sehingga nantinya mengukir keberhasilan dalam pesta demokrasi di Indonesia.

Kini, persiapan Pemilu 2009 terutama dalam sosialisasi ini terus gencar dilakukan, ini tidak lain kondisi masyarakat kita yang masih mejemuk dengan tingkat kemampuan pemilih rasional yang masih timpang dengan tingkat pendidikan belum merata.

Karenanya, dengan sisa waktu beberapa minggu lagi tidak ada alasan untuk terus melakukan pendidikan/pencerahan politik terhadap pemilih. Ini dimaksudkan untuk menghindari ancaman ‘golput’ baik individu maupun kelompok yang sengaja atau tidak sengaja untuk tidak ikut dalam Pemilu nantinya. Golput karena ideologis, sering terjadi pada Orde Baru Golput politis menyangkut pilihan yang hanya itu-itu saja dan kurang menjanjikan. Golput teknis karena kekurangpahaman mencentang atau contreng.

Kita harus mewaspadai Golput teknis dan Golput politis. Termasuk masyarakat memilih Golput atau tidak memilih karena partai politik dan calon yang ada hanya menjual pepesan kosong. Diharapkan masyarakat lebih memilih men – Contreng daripada Golput (tidak men – contreng), karena Golput bukan pilihan.

Untuk itu, KPU harus terus gencar melakukan sosialisasi tata cara pencontrengan pemilu legislatif mendatang bagi pemilih. Sosialisasi ini penting dilaksanakan untuk menekan jumlah golput administarif dan suksesnya pemungutan suara 9 April nanti. - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Pemilu Indonesia 2009 di negeri ini tidak semata-mata digelar untuk mengisi kursi-kursi dewan yang terhormat. Tetapi lebih dari itu, ada sebuah kepentingan yang lebih besar yang selalu kita bela, yaitu proses pembelajaran politik untuk membawa bangsa ini semakin dewasa dalam berdemokrasi. Karena caleg yang berkualitas tidak dapat dihasilkan melalui sebuah mekanisme Pemilu yang anarkis.
Di tengah maraknya aksi aksi anarkis selama proses menjelang Pemilu Indonesia 2009 di wilayah bekas konflik, Aceh, seperti intimidasi ke rumah-rumah warga oleh aktivis parpol tertentu, pembakaran kantor Parpol, perusakan baliho, penghilangan bendera dan alat peraga kampanye pemilu indonesia 2009, sebuah ikrar Kampanye Damai Pemilu hadir membawa kesejukan.

17 Pebruari 2009 yang lalu, 460 Caleg DPRK Banda Aceh yang akan bertarung pada Pemilu Indonesia 2009, mengikrarkan kesepakatan bersama untuk mengsukseskan pemilu Indonesia secara damai serta demokratis. Kegiatan yang digagas oleh Pokja Sosialisasi dan Kampanye KIP Banda Aceh bekerjasama dengan Muspika setempat itu, patut mendapat apresiasi positif. Karena melalui kegiatan itu, terjalin silaturahmi antar caleg di setiap dapil di Kota Banda Aceh.

Kampanye Damai PemiluMelalui ikrar tersebut, mereka telah berkomitmen untuk selalu mengedepankan terlaksananya Pemilu 2009 yang demokratis, dan terlaksananya tahapan kampanye dengan damai, tertib dan aman di Kota Banda Aceh; berkomitmen akan mengedepankan tema kampanye Pemilu Indonesia 2009 , yang membawa kesejukan, keamanan dan kedamaian -- baik dalam bentuk reklame/iklan politik maupun pidato dalam kampanye rapat umum; berkomitmen akan mengendalikan massa partai dan tim sukses kami untuk menahan diri, menghindari intrik dan intimidasi, provokasi, pelecehan, pencemaran nama baik, harkat dan penghinaan sesama calon legislatif dalam bentuk apa pun selama berlangsungnya Pemilu Indonesia 2009; serta kesediaan untuk tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan yang berlaku selama Pemilu Indonesia 2009.

Kalau saja pola ini dapat diikuti oleh para caleg di wilayah NAD (Nagroe Aceh Darussalam) lainnya, tentu gejolak sosial yang mewarnai proses Pemilu di NAD saat ini dapat diminimalisir. Para caleg yang terlibat dalam penandatangan ikrar tersebut, telah memberi teladan kepada masyarakat sebagai calon pemilih untuk membangun hidup saling berdampingan, kendati berbeda parpol.

Memang, banyak pihak banyak pihak yang meragukan kualitas pemilu 2009 di Aceh, di antaranya Wakil Pemerintahan Aceh, Muhammad Nazar SAg. Ada beberapa catatan pertimbangan baginya untuk meragukan kualitas pemilu 2009, terutama kualitas parlemen produk pemilu Indonesia 2009. Pertama, banyak caleg DPRA/DPRK saat ini yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman berorganisasi sama sekali. Kedua, bahkan jangankan berorganisasi, mereka juga belum cukup terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Ketiga, ditambah lagi banyak caleg yang berpendidikan rendah atau berijazah paket C.

Pandangan pesimis itu, mungkin saja benar dari aspek kualitas intelektual caleg. Tetapi Pemilu di negeri ini tidak semata-mata digelar untuk mengisi kursi-kursi dewan yang terhormat. Tetapi lebih dari itu, ada sebuah kepentingan yang lebih besar yang selalu kita bela, yaitu proses pembelajaran politik untuk membawa bangsa ini semakin dewasa dalam berdemokrasi. Karena caleg yang berkualitas tidak dapat dihasilkan melalui sebuah mekanisme Pemilu yang anarkis. - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Anggi Astuti
Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJAK)
anggiastuti@*****.com
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Sebetulnya ini bukan ramalan calon presiden Indonesia 2009, hanya sebagian ramalan kandidat yang diprediksi akan maju menjadi calon presiden Indonesia 2009 -2014 di pemilu Indonesia 2009 mendatang. Para tokoh yang siap menjadi Calon Presiden (capres) Indonesia 2009 -2014 diantaranya adalah:
  1. Susilo Bambang Yudhoyono: “Setelah mendekati pemilu tahun 2009, saya mempertimbangkan untuk maju kembali, Insya Allah, saya akan mencalonkan kembali sebagai capres tahun 2009,”
  2. Jusuf Kalla
  3. Megawati: ”Saya menerima pencalonan diri saya sebagai presiden dari PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009 mendatang,”
  4. Sutiyoso: Penegasan Bang Yos–sapaan akrab Sutiyoso–itu dikemukakan saat dihubungi Warta Kota, Jumat (28/9) malam, menanggapi tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Capres. Bahkan, Bang Yos mengaku, sudah ada belasan partai politik (parpol) yang menyatakan akan mencalonkan dirinya sebagai Capres.
  5. Sri Sultan Hamengkubuwono X: “Dan dengan niat yang tulus, saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2009,”
  6. Rizal Ramli: “Kami yakin akan menjadi magnet dalam perubahan,”
  7. Yusril Ihza Mahendra: “Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden,
  8. Amien Rais: “Kemarin Serikat Pekerja PLN Surabaya mendukung saya sebagai capres. Nah kalau masih ada banyak lagi Serikat Pekerja di seluruh Indonesia dan diikuti PAN mendukung saya sebagai capres, ya saya akan segera mendeklarasikan diri,”
  9. Hidayat Nur Wahid: “Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan,”
  10. Akbar Tanjung: “Saya siap mencalonkan diri menjadi presiden, namun mengenai partai yang mengusung saya belum bisa pastikan, apakah melalui kendaraan Partai Golkar atau beberapa partai lainnya yang sudah `meminang` saya,”
  11. Gus Dur: “Saya siap kalau saya diperintahkan oleh ke lima orang tua yang dulu pernah minta saya jadi presiden,”
  12. Rizal Malarangeng: “Saya siap ikut pilpres tahun 2009 walau harus berhadapan dengan Presiden dan mantan presiden,”
  13. Sutrisno Bachir: ”Banyak yang menyarankan agar saya mencari pasangan tokoh Sunda (untuk pilpres 2009). Dia harus punya latar belakang akademis bagus,”
  14. Prabowo: “Kalau Gerindra memenuhi syarat untuk mencalonkan seseorang dan saya yang dibutuhkan sebagai capres, saya siap memberi jiwa raga untuk negeri,”
  15. Wiranto: “O ya, sejak dari awal sudah saya katakan berkali-kali soal pencalonan ini,”
  16. Din Syamsuddin: “Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap. Insyaallah,”
  17. Deddy Mizwar " merasakan terpanggil setelah melihat masih ada 40 Juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan".
Pemilu Indonesia 2009 tinggal sebentar lagi, dari semua calon kuat yang ada diatas, empat-lima orang akan terpilih untuk bertarung menjadi presiden di pilpres 2009 nantinya sesuai syarat untuk menjadi calon presiden yaitu memenuhi dukungan setidaknya 20% suara di DPR. Nah siapakah lima orang yang menurut anda bakal lolos menjadi capres ? - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Akhirnya blog ini terlempar di Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 dan mulai melambung ke halaman selanjutnya, di posisi sepuluh besar kalau tidak salah tinggal satu lagi blog dengan mesin pembuat blog blogspot yang bertahan, apakah memang mesin wordpress lebih search engine friendly dibanding blogspot.

Masih cukup waktu untuk bereksperimen dan mencoba hal baru di kontes seo dengan keyword kampanye damai pemilu indonesia 2009 ini. Saya mencoba untuk melakukan optimasi hanya pada halaman utama blogspot ini, karena keterbatasan tenaga dan dorongan dari blog-blog pendukung.

Posisi puncak di Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 masih dipegang belajarseo.com, optimasinya luar biasa karena beliau bisa mengatur kapan injak gas dan over gigi, saya sebagai newbie tidak begitu paham bagaimana yang harus saya lakukan jika rangking ingin kembali didorong agar mendapatkan hasil yang lebih di SERP di keyword kampanye damai pemilu indonesia 2009.

Sedikit mencuri gaya dari para pakar seo yang menduduki posisi klasemen 10 besar sementara di keyword Kampanye Damai Pemilu ini, apakah menulis berulang-ulang akan menyebabkan halaman ini kena talak tujuh google ataukan mengalami perbaikan rangking, kita tunggu saja 2-3 hari yang akan datang. Pemilu Indonesia 2009 baru akan digelar bulan April mendatang jadi kontes seo ini memberikan waktu yang jauh lebih panjang dalam rangka melakukan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Deedy Mizwar jadi Capres / Calon Presiden Indonesia 2009, Jenderal Naga Bonar ini merasakan terpanggil setelah melihat masih ada 40 Juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan, beliau bilang bukan hanya mau menjadi Presiden karena ingin terkenal karena sebagai artis beliau sudah cukup terkenal, keputusan menjadi presiden lanjutnya adalah keputusan pribadi didukung teman-temannya, dan Partai Politik yang mendukung salah satunya Partai Bintang Reformasi yang mengusung nama Artis Kahot ini sebagai Calon Presiden di Pemilu Indonesia 2009 di luar partai.

Mungkin kalau hitung-hitungan politik yang agak berat, calon presiden Indonesia 2009 harus mempunyai dukungan minimal 20% DPR.



Masih ingat dengan iklan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional yang dibawakan oleh Deddy Mizwar, begini kalimatnya kalimatnya:

Bangkit itu susah.........
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut.........
Takut untuk Korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu malu..........
Malu menjadi benalu
Malu minta melulu

Bangkit itu Marah.........
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Mencuri.......
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Tidak ada.....
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku...........
aku untuk INDONESIAKU


dibawakan oleh Dedy Mizwar untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional -
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

posisi blog ini sudah di ujung tanduk, mungkin beberapa hari lagi akan hilang ditelan bumi dan melambung entah kemana, untuk mempertahankan posisi di lima puluh besar cukup sulit apalagi untuk menaikkan posisi dan menyalip sahabat-sahabat blogger Indonesia yang sama-sama sedang berlomba dalam membidik keyword yang dipertandingkan ini.

Sekali dua kali membuat postingan tentang kampanye damai pemilu indonesia 2009 memang masih mampu, akan tetapi jika melakukan optimasi yang konsisten dan berkesinambungan ternyata sulit sekali, baru tahu beratnya mengikuti kontes dibanding menembak keyword pada hari-hari biasa. Malam ini saya betul-betul kehabisan ide untuk membuat postingan tentang kampanye damai pemilu, akhirnya cuma berbicara kesana-kemari seperti ini.

Insya Allah mulai besok akan mencoba betul-betul membahas perkembangan kampanye pemilu indonesia 2009 agar para pembaca yang tersesat di blog ini tidak terlalu kecewa. Mungkin salah satu isu yang sedang hangat adalah kesiapan Yusuf Kalla untuk menjadi calon presiden di Pemilu Indonesia 2009.

Pernyataan kesiapan menjadi capres yang diutarakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dinilai pengamat politik UI, Boni Hargens, sebagai kesadaran Golkar yang terlambat. Ia berpendapat, sikap itu seharusnya dinyatakan jauh-jauh hari tanpa menunggu adanya percik meremehkan dari mitra koalisinya, Demokrat. Seperti diketahui, pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, sempat memancing emosi kader Golkar baik di pusat maupun daerah. Pernyataan Mubarok yang mengatakan perolehan suara Golkar hanya 2,5 persen, dianggap meremehkan. Selanjutnya marilah kita tetap bersemangat di Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 ini.
Kampanye Pemilu Damai Indonesia 2009 - Duluuu, ketika Pemilu di Indonesia hanya diikuti oleh tiga partai besar saja, aku sudah bingung untuk menentukan pilihan partai mana yang hendak kupilih. Ya jelas bingung, wong semua janjinya manis-manis, janjinya yang bagus-bagus. Kenyataannya, ya kondisi kita rakyat kecil tetep aja nggak berubah.

Naaah, Pemilu tahun 2009 ini diikuti oleh begitu banyaknya partai, jelas saja aku tambah bingung lagi. Di kanan kiri jalan, selain pohon rimbun, juga berjejer spanduk pemilu yang berisi gambar-gambar para caleg yang dijagoin masing-masing partainya. Jadi mirip dengan hutan spanduk pemilu saja.

Spanduk PemiluPernah sih sekali spanduk-spanduk kampanye pemilu itu dicabut oleh para aparat, waktu itu Pak Presiden mau berkunjung ke kota ini. Begitu pak Presiden meninggalkan kota ini, spanduk itu tumbuh lagi bertebaran layaknya jamur, seperti kata pepatah "mati satu tumbuh seribu". Ukurannya macam-macam, dari yang kecil sampai yang gedenya minta ampun, dari yang kata-katanya sederhana sampai ada yang berisi kata-kata puitis. Kalau saya cuma mau mencoba membuat spanduk dengan slogan "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009"

Seperti perang spanduk aja. Lucunya lagi beberapa caleg memasang fotonya bersamaan dengan foto bintang sepakbola ataupun bintang film pujaan disampingnya. Aku suka aja memperhatikan kata-kata dan foto-foto caleg yang tercantum di spanduk-spanduk kampanye pemilu yang bertebaran sepanjang jalan, daripada melamun sepanjang jalan, mendingan baca spanduk-spanduk itu.

Cukup terhibur kok, soalnya beberapa diantaranya bikin kita ketawa sih.
Cuma aku ingin, semoga orang lain tidak memilih para caleg itu dari poto-poto ataupun kata-kata yang ada di spanduk pemilu mereka, tapi pilihlah berdasarkan kualitas manusianya.
Yuk, sukseskan Pemilu Indonesia 2009 !
Games Pemilu bukan Kaos Pemilu, spanduk pemilu, kalender atau baliho dalam rangka kampanye pemilu indonesia 2009. Sama dengan kontes seo "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009" bukan dalam rangka kampanye partai politik ataupun calon anggota legislatif.

Akan tetapi sebetulnya bisa dijadikan bahan untuk para calon anggota legislatif maupun partai politik yang berkampanye dengan cara-cara lawas, Anggap saja kontes seo ini semacam games (permainan). Kita bisa melihat game pemilu yang diadakan boss pogung bisa merambah demikian pesat dalam waktu yang singkat menjadi buah tulis blogger Indonesia, Demo Postingan yang saya yakin akan menghasilkan jutaan halaman menjelang finish ini luar biasa efeknya seandainya dijadikan lahan untuk berkampanye, padahal kalau dihitung-hitung dengan angka uang yang dikeluarkan mungkin tidak seberapa dibanding para caleg yang membuat spanduk pemilu, kalender dan kaos pemilu.

Apakah Kontes SEO dengan keyword brilian ini lima tahun yang akan datang akan dibiayai dan didanai oleh para calon anggota legislatif ataupun partai politik, atau bahkan calon presiden dalam memperkenalkan diri ataupun memperkenalkan partainya dengan efektif dan efesien ?

Games Pemilu Indonesia 2009
Kita tunggu saja, tapi menurut hemat saya cara seperti ini merupakan cara cerdas dan berguna , cara yang lebih damai yang tidak memacetkan jalanan Ibukota walaupun sedikit membuat pusing tante google karena antrian postingan senada, Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif bukan hanya sekadar memakai cara-cara lawas seperti Kaos Pemilu, Spanduk Pemilu, Kalender Pemilu ataupun baliho dalam rangka melakukan Kampanye.

Malam ini bukan dalam rangka melakukan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, hanya sekadar berbagi games pemilu indonesia 2004, sayangnya games pemilu 2009 sudah ada yang membuat yaitu Programmer Asal Indonesia David Setiabudi yang membuat dan menyebarkan secara gratis Games buatannya. Games tersebut diberi nama “Game Pemilihan Umum 2009" tapi saya belum berhasil membaginya disini. Game mencari kartu kembar dengan bendera-bendera partai Pemilu 2004. Dalam Games ini tidak ada tujuan kampanye satu / lebih partai. Game ini membantu anda menghafal nama partai, dan mengetahui lambang partai, tahu sendiri saat ini ada 34 partai politik yang mengikuti Pemilu Indonesia 2009, cukup sulit bagi kita untuk menghafalnya.

Games Pemilu Indonesia 2009DOWNLOAD GAMES PEMILU INDONESIA (9Mbytes : Zip)

Kampanye Damai Pemilu menguasai kata kunci yang dicari menjelang Pemilu Indonesia 2009, seandainya anda iseng-iseng mencari kata Pemilu Indonesia 2009, Kampanye Pemilu Indonesia 2009, bahkan short keyword Kampanye, Pemilu, Pemilu Damai, Pemilu 2009 dan Indonesia 2009 sudah dikepung oleh Kampanye Damai Pemilu para peserta kontes SEO dengan kata kunci Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Ini bisa menyebabkan para netter yang berusaha mencari data-data dan informasi tentang Pemilu 2009 di Indonesia akan menghadapi demo besar-besaran dari Kampanye Damai Pemilu sampai dengan tanggal 1 mei nanti.

Kalau jadi, nanti pada tanggal 9 April 2009 kita bakal berbondong-bondong menuju bilik suara untuk mengikuti Pemilu Indonesia 2009. Konon katanya, Pemilu kali ini diadakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sudah beberapa tahun saya tidak pernah mengikuti dan terjun langsung dalam memeriahkan kampanye untuk Pemilu. Sekalinya ikut, waktu itu masih SMA, bersama-sama pihak sekolah mengenakan atribut salah satu partai dan mengikuti gerak jalan, masih sekedar ikut-ikutan. Saat itu pertama kalinya saya punya KTP dan pertama kalinya ikut Pemilu.

Sekarang, walau umur sudah beranjak senja, saya tidak bergeming dengan kampanye-kampanye (terselubung) yang diadakan oleh partai-partai yang ada. Begitu banyaknya partai malah membuat saya pusing. Ditambah lagi sepanjang jalan dari rumah menuju tempat saya kerja juga di penuhi oleh poto beliau-beliau yang ingin duduk sebagai anggota dewan. Wah, satupun nggak ada yang nyantol di kepala saya.

Nggak ada yang saya kenal, kalaupun kemudian saya tahu ada satu dua orang teman saya yang juga mencalonkan diri sebagai caleg dan minta dukungan ke saya, saya masih ragu untuk mendukungnya. Saya ragu dengan misi dan visi yang dibawanya. Kenapa? karena saya tahu siapa mereka.

Memilih wakil rakyat ataupun presiden dan wakil presiden dalam sebuah pemilu, tidaklah mudah menurut saya. Pada pemilu yang lalu saya sampai berpikir, apa jadinya kalau saya salah pilih dan negara ini bukannya menjadi bertambah makmur, apakah saya akan ikut menanggung dosa karena saya telah menyumbangkan suara ke orang yang salah ? Atau saya pilih golput saja walaupun katanya ada Fatwa haram dari MUI untuk Golput.

Saya hanya bisa berharap bahwa Pemilu Indonesia 2009 kelak dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, lancar, tidak terjadi kecurangan , tidak memicu kekisruhan di mana-mana dan yang terpenting adalah semoga wakil-wakil rakyat yang amanah dan bisa menyampaikan aspirasi rakyatnya lah yang kelak duduk di kursi legislatif.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 yang sebentar lagi akan dilaksanakan merupakan Pemilu yang kesepuluh, setelah Sembilan kali negara Indonesia belajar berdemokrasi. Indonesia 2009 diramaikan dengan slogan dan himbauan-himbauan agar pelaksanaan pemiunya berjalan dengan damai.

Sudah sembilan kali kita, bangsa Indonesia, menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu) untuk memilih wakil-wakil rakyat dan pemimpin negara. Pemilu yang akan kita lakukan 2004 mendatang adalah yang ke-9. Sementara Pemilu Indonesia 2009 masih dalam tahap persiapan, ada baik-nya mengetahui bagaimana Pemilu-pemilu yang lalu dilaksanakan dan seperti apa hasilnya. Kampanye Damai Pemilu kita harapkan bisa terlaksana di tahun 2009 ini.

Selain itu apakah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam peraturan atau undang-undang yang mengatur Pemilu yang satu ke Pemilu berikutnya. Sebagai contoh bisa disebut di sini bahwa dalam enam kali Pemilu, yaitu Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 tidak ada perubahan apa-apa dalam sistem pembagian kursi DPR. Tentu perubahan di bidang lainnya ada juga. Data mengenai perolehan suara tiap Pemilu juga tetap merupakan informasi yang baik untuk diketahui.

Baru pada Pemilu Indonesia 2004 kita merasakan sedikit hembusan hawa demokrasi, biasanya pada pemilu-pemilu sebelumnya hasil dari Pemilihan Umum bisa diprediksi bahkan diketahui tanpa harus bertanya sama Joyoboyo atau membaca Syair Ronggo Warsito a.k.a Rangga Warsita.

Pemilihan langsung Presiden Republik Indonesia juga pernah kita rasakan dengan cara Pemilihan langsung, dengan pemilihan langsung presiden mau tidak mau kita mengakui bahwa pemenang adalah pilihan mayoritas rakyat indonesia, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono merupakan presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Walaupun Kampanye Pemilu saat itu masih ada beberapa benturan akan tetapi tidak ada kejadian-kejadian fatal yang merupakan bencana nasional.

Setiap ada pemilu , pasti diawali dengan kampanye-kampanye baik kampanye partai politik maupun kampanye para calon legislatif, dan diakhiri dengan pesta kampanye para calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

Uraian ini tentu tidak mengupas segala hal mengenai sejarah Pemilu yang sudah 9 kali tadi. Terlalu banyak hal yang harus dicakup. Karena itu informasi mengenai hal-hal lain yang menunjang pemahaman mengenai sejarah Pemilu Indonesia juga disediakan di bagian atau tulisan-tulisan lain. Mudah-mudahan Pemilu Indonesia 2009 nanti betul-betul merupakan Pemilu yang damai dan diisi dengan Kampanye yang santun dan Damai seperti yang kita semua cita-citakan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 dideklarasikan pada tanggal 16 maret 2009 di dunia nyata, dan di dunia maya berlangsung dari tanggal 1 Februari 2009 sampai dengan 1 mei 2009.

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009


Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 tidak sekadar kata kunci atau keyword tapi merupakan cita-cita seluruh komponen bangsa Indonesia dalam melaksanakan pemilu Indonesia di tahun 2009 yang tidak sekadar jujur dan adil tapi juga berlangsung dengan aman dan damai.

Tanggal 9 April Pemilu Indonesia 2009 akan dilaksanakan pemilu legislatif, persiapan pesta demokrasi yang dilangsungkan setiap lima tahun sekali memilih calon wakil rakyat yang mewakili aspirasi rakyat banyak.

Semoga "kampanye pemilu Indonesia 2009". Baik itu kampanye terbuka maupun kampanye tertutup bisa berlangsung dengan damai. Saatnya Bangsa Indonesia bangkit dari krisis multidimensi yang berkepanjangan dan bisa merasakan kedamaian dan kesejahteraan sebagai Bangsa yang Besar dan bermartabat.